Sunday 16 December 2018
Home      All news      Contact us      English
pikiran-rakyat - 10 days ago

Teknologi 4.0 Pengaruhi Jumlah Produksi dan Tenaga Kerja di Industri Sandang Pangan

EKONOMI USEP USMAN NASRULLOH/PRLM PEKERJA menyelesaikan pembuatan sepatu bahan kain (kets) di salah satu industri rumah tangga di Kampung Junti Hilir, Desa Sangkanhurip, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung, Kamis (9/10/2014). Kapasitas produksi industri rumah tangga tersebut mencapai 60 pasang per harinya. Sepatu jenis kets tersebut diproduksi berdasarkan pesanan dari penjual tingkat grosir.* JAKARTA, (PR).- Pertumbuhan produksi industri makanan minuman (mamin) serta alas kaki dan sepatu, diprediksi mengalami peningkatan‎ dua sampai tiga kali lipat pada lima tahun ke depan. Meskipun demikian, jumlah tenaga kerja di dua sektor tersebut diperkirakan tidak mengalami peningkatan berarti. Direktur Litbang Asosiasi Pengusaha Indonesia Agung Pambudhi, mengatakan industri mamin dan alas kaki di Indonesia memiliki prospek yang sangat cerah. Meskipun demikian, otomasi menyebabkan tenaga kerja yang dibutuhkan sangat sedikit.  Dia mengatakan, kondisi tersebut menyebabkan para industri tidak lagi menambah banyak tenaga kerja saat melakukan ekspansi atau pabrik baru. Teknologi tinggi menyebabkan kebutuhan tenaga kerja menjadi berkurang drastis.  Kalau dulu membuka‎ pabrik itu butuh ribuan orang, sekarang hanya ratusan orang. Itu pun biasanya diambil dari pabrik-pabrik lama, dipindahkan sebagian ke pabrik baru, kata Agung kepada PR , Kamis 6 Desember 2018. Menurut Agung, saat ini pabrik yang menggunakan teknologi 4.0 ma‎sih hitungan jari. Bahkan sebagian besar industri di Indonesia masih menggunakan teknologi 2.0. Meskipun demikian, industri mamin dan alas kaki diprediksi merupakan yang terdepan dalam menggunakan teknologi 4.0. Itu berarti mesin di dalam pabrik tersebut sudah bisa mensinergikan data satu sama lain, sehingga meningkatkan otomatisasinya. Sekarang pabrik-pabrik industri mamin dan alas kaki sudah mengunakan 3.0. Mereka sedang persiapan menuju 4.0, ucapnya. Kondisi tersebut menyebabkan industri di dua sektor tersebut sudah banyak yang mempersiapkan pekerjanya untuk menambah kemampuan teknologi. Meskipun demikian, Agung tidak memungkiri banyak tenaga kerja yang tak mampu untuk mengikuti perkembangan teknologi itu. Pilihannya ada dua bagi perusahaan, menunggu dia sampai‎ pensiun, atau melakukan PHK. Ini yang harus diantisipasi, tuturnya. Sementara itu, Ketua Apindo Harjadi Sukamdani, mengatakan Apindo melakukan berbagai upaya dalam bidang ketenagakerjaan untuk menghadapi era industri 4.0. Salah satunya dengan memperbanyak pelatihan vokasi. Tiga minggu lalu, Apindo dengan dukungan Kementrian Tenaga Kerja‎ mulai melakukan pendidikan vokasi untuk empat jurusan di Bekasi. Jurusan itu adalah otomotif, hospitality, kesehatan, dan ritel. Kami fokus kerja sama dengan beberapa SMK untuk mempersiapkan mereka menuju industri, ujar dia.***   Tags: industriTeknologi 4.0tenaga kerjateknologiOleh: Tia Dwitiani Komalasari

Related news

Berita Terkini
Hashtags:   

Teknologi

 | 

Pengaruhi

 | 

Jumlah

 | 

Produksi

 | 

Tenaga

 | 

Kerja

 | 

Industri

 | 

Sandang

 | 

Pangan

 | 
Paling Popular (6 jam)

Paling Popular (24 jam)

Paling Popular (satu minggu)

sumber