Sunday 16 December 2018
Home      All news      Contact us      English
voaindonesia - 10 days ago

China Marah atas Penangkapan Pewaris dan Eksekutif Huawei 

China menuntut pembebasan segera seorang eksekutif utama raksasa telekomunikasi Huawei Technologies, yang penangkapannya di Kanada dapat mengancam gencatan perang dagang baru-baru ini antara Amerika Serikat dan China. Pihak berwenang Kanada mengumumkan Rabu (5/12) bahwa Meng Wanzhou, kepala keuangan Huawei dan putri pendiri perusahaan itu, ditahan di Vancouver, Sabtu lalu, karena dicurigai berusaha menghindari sanksi Amerika terhadap Iran. Penangkapannya terjadi pada hari yang sama ketika Presiden Amerika Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping mencapai kesepakatan tentang gencatan 90 hari dalam kenaikan tarif untuk memberikan kesempatan perundingan guna mencapai pakta perdagangan baru. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Geng Shuang mengatakan bahwa pemerintahnya telah menyampaikan permintaan dengan sungguh-sungguh kepada Washington dan Ottawa agar menjelaskan alasan penangkapan Meng. Meng, yang menghadapi ekstradisi ke Amerika Serikat, akan tampil dalam sidang yang membahas tentang uang jaminan pada hari Jumat. Penangkapan itu menunjukkan meningkatnya ketegangan diplomatik antara China dan Barat. “Hubungan Kanada-China tidak terlalu cerah sekarang ini,” kata Nelson Wiseman, seorang ilmuwan politik di Universitas Toronto, kepada VOA. Wiseman mengatakan kedua negara dijadwalkan untuk membahas kesepakatan perdagangan bebas yang baru tahun lalu, tetapi Beijing menolak permintaan Perdana Menteri Justin Trudeau untuk memasukkan masalah lingkungan, tenaga kerja dan jender sebagai bagian dari negosiasi. [lt]

Related news

Berita Terkini
Hashtags:   

China

 | 

Marah

 | 

Penangkapan

 | 

Pewaris

 | 

Eksekutif

 | 

Huawei 

 | 
Paling Popular (6 jam)

Paling Popular (24 jam)

Paling Popular (satu minggu)

sumber