Sunday 16 December 2018
Home      All news      Contact us      English
pikiran-rakyat - 10 days ago

Banyak yang Berprestasi, Kaum Difabel Harus Diberdayakan

BANDUNG RAYA Sapa/CECEP WIJAYA/PR Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna (kanan) menyapa Lilis, salah seorang anak berkebutuhan khusus pada peringatan Hari Disabilitas Internasional tingkat kabupaten di Lembang, Kamis 6 Desember 2018. NGAMPRAH, (PR).- Pemerintah Kabupaten Bandung Barat berjanji untuk memberdayakan perekonomian para penyandang disabilitas. Apalagi, tidak sedikit dari para difabel tersebut yang berprestasi dan mengharumkan nama daerah di tingkat provinsi, nasional, bahkan internasional. Banyak disabilitas yang berprestasi baik di bidang olah raga ataupun kesenian. Sehingga ke depan, mereka harus terus diberdayakan termasuk dari segi ekonominya, ujar Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna seusai peringatan Hari Disabilitas Internasional tingkat kabupaten di Lembang, Kamis, 6 Desember 2018. Dia menuturkan, pemberdayaan ekonomi yang dimaksud, yaitu memberikan dukungan baik modal, pelatihan, maupun perlengkapan agar para difabel mandiri secara ekonomi. Sebab jika difasilitasi, para difabel juga bisa bersaing dengan mereka yang normal secara fisik.  Umbara mencontohkan, sosok Rahmat Hidayat, difabel asal Sindangkerta mampu menghasilkan karya-karya desain pakaian yang menawan. Bahkan, ia menopang kehidupan keluarganya dengan berjualan desain di media sosial. Selain Rahmat, saya yakin masih banyak juga yang memiliki kemampuan serupa. Jadi, pemerintah daerah harus mendukung pengembangan diri mereka, tuturnya. Sementara itu, peringatan Hari Disabilitas Internasional tingkat kabupaten kemarin dihadiri sejumlah difabel dari berbagai daerah di Bandung Barat. Mereka menampilkan berbagai pertunjukan, mulai tarian, lagu, hingga puisi yang memukau para penonton. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bandung Barat, Heri Partomo mengatakan, pihaknya terus berupaya memfasilitasi hak-hak para difabel. Intinya, agar mereka tetap percaya diri dan tidak merasa dikucilkan oleh lingkungan sekitar, katanya. Saat ini, menurut dia, ada lebih dari 5.000 penyandang disabilitas di Bandung Barat. Sebagian di antara mereka diwadahi lembaga Rehabilitasi Berbasis Masyarakat  (RBM) yang bernaung di bawah Dinas Sosial. Program RBM bertujuan agar anak-anak berkebutuhan khusus mendapatkan hak-haknya, yaitu pengasuhan, pendidikan, dan pemberdayaan. Dengan demikian, keberadaan mereka tidak seharusnya diasingkan, tetapi harus mendapatkan pengakuan dan perhatian dari semua pihak. RBM sudah ada di semua kecamatan  meski belum menjangkau semua desa. Namun setidaknya, RBM ini bisa mendekatkan pelayanan kepada para penyandang disabilitas, katanya.*** Tags: difabeldisabilitasbandung baratAa Umbara SutisnaOleh: Cecep Wijaya Sari

Related news

Berita Terkini
Hashtags:   

Banyak

 | 

Berprestasi

 | 

Difabel

 | 

Harus

 | 

Diberdayakan

 | 
Paling Popular (6 jam)

Paling Popular (24 jam)

Paling Popular (satu minggu)

sumber