REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Ibrahim bin Adham dikenal sebagai ulama besar, tetapi ia justru takut dimuliakan. Demi menjaga keikhlasan, ia memilih menyamar, direndahkan, dipukuli dan hidup dari menjual kayu bakar.
Dalam tradisi tasawuf, kemuliaan sejati bukan terletak pada sanjungan manusia. Kisah Ibrahim bin Adham menunjukkan bagaimana seorang ulama besar rela menolak penghormatan demi menjaga hatinya tetap dekat kepada Allah SWT.
Dikisahkan Fariduddin Attar pada abad ke-12 dalam kitab Tadzkiratul Auliya, setelah 14 tahun lamanya Ibrahim bin Adham mengarungi padang pasir. Selama itu pula ia senantiasa berdoa dan merendahkan diri kepada Allah SWT.
Ketika Ibrahim bin Adham hampir sampai di kota Makkah, para sesepuh kota Makkah hendak menyambutnya. Namun Ibrahim mendahului rombongan itu agar tidak seorang pun mengenali dirinya.
Hamba-hamba yang berjalan mendahului para sesepuh Tanah Suci Makkah melihat Ibrahim bin Adham. Akan tetapi, karena mereka belum pernah bertemu dengannya dan hanya mengenal nama serta kisahnya. Sehingga para hamba tersebut tidak mengenali Ibrahim yang berjalan mendahului mereka.
Ketika Ibrahim sudah begitu dekat, para sesepuh Tanah Suci itu berseru, Ibrahim bin Adham hampir sampai. Para sesepuh Tanah Suci telah datang menyambutnya.
Ibrahim bin Adham yang telah berjalan di depan dan mendahului para sesepuh, masih tetap aman dalam penyamarannya agar tidak kenal. Hal itu dilakukan Ibrahim agar dirinya tidak dimuliakan dan diistimewakan.
Agar penyamarannya tetap sempurna dan tidak dimuliakan oleh para sesepuh Tanah Suci, Ibrahim bin Adham berkata kepada para sesepuh,...
Sunday 15 February 2026
republika - 29 days ago
Kisah Ulama Besar Penjual Kayu Bakar yang Takut dan Menolak Dimuliakan
Nassar Tampil Nyentrik dengan Kostum Serpihan Kertas Kado, Aksi Panggungnya Banjir Pujian
- kapanlagiOki Setiana Dewi Perluas Dakwah Internasional, Tetap Aktif Mengajar dan Menulis dari Mesir
- sindonewsPeluncuran Buku Putih 2026, MKI Ingatkan Risiko Krisis Listrik di Tengah Transisi Energi
- sindonewsMantan Kapolres Bima AKBP Didik Putra Kuncoro Jalani Sidang Etik Terkait Narkotika Kamis Mendatang
- sindonewsPotret Inul Daratista Tampil Natural Tanpa Makeup dan Filter, Persilakan Netizen Buat Zoom Wajahnya
- kapanlagi
Dari Sinta 5 ke Sinta 3, Jurnal JUSTIAN UBSI Kampus Pontianak Buktikan Kualitas Publikasi
- republika
Dukung KPK Kembali ke UU Lama, KH Ma ruf Amin: Kalau Performa Kurang, Sebaiknya Dikembalikan
- sindonews
Sinopsis Sinetron Mencintai Ipar Sendiri Eps 90: Darma Murka Atas Skandal Hendar, Nila Cari Cara Singkirkan Shilla
- sindonews
SEA Boulder League 2026 Resmi Digelar di Jakarta, Olahraga Pajat Tebing Makin Kompetitif
- sindonewsPersaingan Ketat Warnai Final MilkLife Soccer Challenge Seri 2 di Jakarta dan Solo, Ini Daftar Juaranya!
- sindonewsProses Transformasi Luna Maya Hingga Jadi Suzzanna, Pakai Make Up Prostetik dan Riasan Tebal
- kapanlagiPengakuan Tentara Israel Picu Kemarahan Warganet: Kami tak Cuma Membunuh, tapi Juga Memperkosa
- republikaSelebgram Satria Mahathir Ngaku Bangkrut Usai Terseret Dugaan Penipuan, Klarifikasi Malah Banjir Hujatan
- sindonewsaceh.tribunnews
antaranews
balipost
bangka.tribunnews
banjarmasin.tribunnews
bbc.co.uk/indonesia
bengkuluekspress
beritajakarta
bisnis
bps.go
buset
detik
galamedianews
gelitik
harianterbit
indonesiamedia
inilah
jabar.tribunnews
jpnn
kabarindonesia
kapanlagi
kupang.tribunnews
merdeka
oto
palembang.tribunnews
pikiran-rakyat
pontianak.tribunnews
republika
sindonews
surabaya
tempo
tribunnews
voaindonesia
wartaekonomi
waspada
⁞
antaranews
balipost
bangka.tribunnews
banjarmasin.tribunnews
bbc.co.uk/indonesia
bengkuluekspress
beritajakarta
bisnis
bps.go
buset
detik
galamedianews
gelitik
harianterbit
indonesiamedia
inilah
jabar.tribunnews
jpnn
kabarindonesia
kapanlagi
kupang.tribunnews
merdeka
oto
palembang.tribunnews
pikiran-rakyat
pontianak.tribunnews
republika
sindonews
surabaya
tempo
tribunnews
voaindonesia
wartaekonomi
waspada