Wednesday 12 December 2018
Home      All news      Contact us      English
pikiran-rakyat - 22 days ago

Bawaslu Ajak Partisipasi Aktif Pemilih Pemula di Pemilu 2019

BANDUNG RAYA Sosialisasi dan simulasi pemilu/ARMIN ABDUL JABBAR/PR SEJUMLAH siswa Sekolah Menengah Atas saat mengikuti Sosisalisasi dan Simulasi Pemutakhiran Data Pemilih di Hotel Papandayan, Jalan Gaoto Subroto, Kota Bandung, Selasa, 29 Agustus 2017. Kegiatan yang diikuti perwakilan sejumlah SMA yang ada di Kota Bandung tersebut bertujuan memberikan bekal dan merangsang minat pemilih pemula pada Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota 2018 mendatang.* BANDUNG, (PR).- Undang-undang menjamin pemilih pemula yang genap berusia 17 tahun pada 17 April 2019, dapat menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu 2019. Jumlah suara yang bisa disumbangkan pemilih pemula sangat besar, dan bisa berkontribusi pada pemenangan para calon presiden dan wakil presiden, serta anggota legislatif di Pileg 2019. Oleh karena itu, partisipasi aktif para pemilih pemula untuk memastikan namanya masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) perlu dilakukan. Pasalnya, para pemilih pemula yang merupakan kalangan remaja, rawan kehilangan hak suaranya. Komisioner Bawaslu Jawa Barat, Zaki Hilmi, mengajak para pemilih pemula untuk aktif dalam memastikan namanya di DPT. Ia mengatakan, pemilih pemula masuk data yang cukup besar secara nasional. “Ini juga momentum penting bagian dari pendidikan politik warga negara yang baik dengan menggunakan hak pilih,” tutur Zaki saat menghadiri acara diskusi Morning Coffee “Menyempurnakan DPT Jabar, Memastikan Hak Pilih Warga, Menuju Pemilu 2019”, Rabu 21 November 2018. Pada acara yang diadakan oleh KPU Jabar itu, Zaki menjelaskan kepastian bagi para pemilih pemula untuk memberikan hak suaranya dijamin UU No. 7 tahun 2017 tentang Pemilu. “Kita ingin memastikan pemilih pemula sudah terjamin meskipun dalam proses perekaman E-KTP. Melindungi hak pilih pemula itu penting” katanya. Jabar merupakan provinsi di Indonesia dengan urutan pertama sebagai provinsi dengan DPT terbanyak. Provinsi ini seringkali dijadikan sebagai rebutan para calon presiden dan wakil presiden dalam setiap kontestasi politik. Namun, banyaknya jumlah ini malah menimbulkan permasalahan, seperti instrumen data yang tidak lengkap, ataupun DPT ganda yang masih belum divalidasi. “Data yang kita temukan banyak yang invalid, instrumennya gak lengkap, kayak gak memuat tanggal lahir, alamat tidak lengkap, dan sebagainya. Sehingga kita sulit melakukan verifikasi,” ujarnya. Bawaslu, tambah Zaki, akan memastikan hal tersebut apakah benar-benar bisa dimasukan atau tidak. Ia menyebut bahwa saat terdapat sekitar 1,2 juta DPT yang masih bermasalah, dan belum bisa dipastikan masuk ke DPT di Jabar. Kini pihaknya tengah berusaha memastikan setiap DPT tersebut sudah terverifikasi dan bisa menggunakan hak pilihnya.***   Tags: pemilu 2019bawaslu jabarKPUpemilih pemulaOleh: Abdul Muhaemin

Related news

Berita Terkini
Hashtags:   

Bawaslu

 | 

Partisipasi

 | 

Aktif

 | 

Pemilih

 | 

Pemula

 | 

Pemilu

 | 
Paling Popular (6 jam)

Paling Popular (24 jam)

Paling Popular (satu minggu)

sumber