Friday 14 December 2018
Home      All news      Contact us      English
pikiran-rakyat - 26 days ago

Media Internasional Ikut Sarankan Edy Rahmayadi Mundur dari PSSI

OLAH RAGA Bandung melawan/ABDUL MUHAEMIN POSTER berisi kecaman terhadap PSSI terpampang di salah satu sudut Jalan Astana Anyar, Kota Bandung, Kamis 4 Oktober 2018.* Para pencinta sepak bola Indonesia tentu mulai familiar dengan tagar #EdyOut yang berseliweran di media sosial. Bahkan beberapa kali teriakan-teriakan #EdyOut digaungkan oleh para supporter kala Tim Nasional Indonesia tengah bertanding. Hal tersebut imbas dari kepemimpinan Edy Rahmayadi sebagai ketua PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia ) yang dianggap gagal membawa perubahan. Prestasi Timnas Indonesia yang begitu-begitu saja, jalannya kompetisi Liga 1 yang mendapat sorotan lantaran dianggap kurang professional, hingga rangkap jabatan yang dilakukan oleh Edy Rahmayadi yang membuat pencinta sepak bola tanah air kian meradang. Seperti diketahui, selain menjabat sebagai ketua PSSI, Edy Rahmayadi juga belum lama ini terpilih menjadi Gubernur Sumatera Utara. Publik Indonesia dibuat kesal dengan sikap Edy Rahmayadi yang tetap enggan melepaskan jabatannya sebagai ketua PSSI. Hingga akhirnya tagar #EdyOut semakin ramai di media sosial, bahkan yang terbaru tagar #EdyOut kembali menjadi trending di berbagai media sosial usai Timnas Indonesia dikalahkan Thailand dengan skor 4-2 di ajang Piala AFF 2018. Desakan agar Edy Rahmayadi mundur dari jabatannya sebagai ketua PSSI ternyata bukan hanya menjadi sorotan publik Indonesia. Media ternama Fox Sport juga turut memberikan perhatiannya tentang keinginan pencinta sepak bola tanah air agar Edy Ramhayadi mundur, dalam ulasan yang diberikan oleh Fox Sport terdapat 5 alasan mengapa Edy Rahmayadi harus segera mundur dari jabatan ketua PSSI. Performa buruk timnas Indonesia Edy Rahmayadi diangkat menjadi ketua PSSI pada medio 2016 yang lalu, meski pada saat itu Timnas Indonesia berhasil mencapai final Piala AFF 2016, namun tetap gagal menjadi juara lantaran dikalahkan Thailand. Sejak saat itu, tidak ada perbaikan terhadap performa yang ditunjukkan oleh Tim Garuda. Bahkan pada perhelatan Piala AFF 2018 yang sedang berlangsung, Indonesia harus menelan dua kekalahan dari tiga laga yang telah dijalani. Indonesia kini berada di urutan keempat dibawah Thailand, Filipina dan Singapura. Bahkan ketiga tim tersebut memiliki pertandingan yang lebih sedikit sehingga menjadi unggulan untuk mendapatkan tempat di semifinal. Liga bentrok dengan program timnas Indonesia Hal yang cukup mengejutkan dan menjadi sorotan Fox Sport adalah bentroknya jadwal Liga 1 yang merupakan kompetisi domestic dengan program timnas Indonesia yang dalam hal ini Piala AFF 2018. Fox Sport juga telah membuat ulasan mengenai hal ini, bahkan Indonesia menjadi satu-satunya negara yang tetap menjalankan liga domestic meskipun timnas Indonesia tengah bermain. Dengan kenyataan demikian, sudah barang tentu publik Indonesia sangat marah, lantaran seharusnya para pemain terbaik bisa dipanggil untuk membela panji tim nasional. Teledor Selain bentroknya jadwal liga domestik dengan jadwal timnas Indonesia, sorotan lain juga tertuju pada saat laga Indonesia vs Timor Leste dalam laga kedua di Piala AFF 2018 di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta. Pada laga Indonesia vs Timor Leste, jersey yang dikenakan oleh para pemain timnas Indonesia tidak terdapat patch logo Piala AFF yang seharusnya terpasang di lengan kanan jersey para pemain. Akibat keteledoran hal tersebut, PSSI terancam hukuman denda sebesar Rp 73 juta Perlakuan buruk terhadap suporter Awal tahun ini, sebuah video beredar di media sosial yang menunjukkan Edy Rahmayadi menampar seorang supporter yang ingin menyalakan suar atau flasre dalam pertandingan antara PSMS Medan dan Persela Lamongan di Stadion Teladan, Medan di Sumatera Utara. Meski kecaman terus ditunjukan kepadanya akibat beredarnya video tersebut, Edy Rahmayadi menyangkal hal tersebut dan berdalih hanya ingin memperingatkan supporter tersebut agar tidak ada hukuman yang diberikan nantinya. Rangkap Jabatan Bukan menjadi rahasia umum bahwa Edy Rahmayadi telah melakukan rangkap jabatan, selain mengemban tugas sebagai ketua PSSI dia juga tengah mengemban amanah masyarakat sebagai gubernur Sumatera Utara. Tentu kedua jabatan tersebut bukanlah jabatan yang sepele dan harus benar-benar ditangani dengan baik. Selain itu, Edy Rahmayadi juga merupakan Pembina salahsatu tim Liga 1 yaitu PSMS Medan Bahkan beberapa waktu yang lalu muncul petisi online yang meminta Edy Rahmayadi menanggalkan jabatannya sebagai ketua PSSI. Petisi online tersebut ditandatangani lebih dari 59.000 orang, dan meminta Edy Rahmayadi untuk fokus pada tugasnya sebagai gubernur Sumatera Utara.*** Sorotan juga kembali ditujukan pada Edy Ramyadai, ketika diwawancarai oleh salahseorang reporter stasiun televis perihal rangkap jabatannya tersebut, dia  malah menjawab  “Apa urusan Anda untuk menanyakan pertanyaan seperti itu? Anda tidak berhak untuk bertanya kepada saya! Saya memiliki hak untuk tidak menjawab pertanyaan Anda, Tags: Edy RahmayadiPSSIOleh: Abdul Muhaemin

Related news

Berita Terkini
Hashtags:   

Media

 | 

Internasional

 | 

Sarankan

 | 

Rahmayadi

 | 

Mundur

 | 
Paling Popular (6 jam)

Paling Popular (24 jam)

Paling Popular (satu minggu)

sumber