Tuesday 18 December 2018
Home      All news      Contact us      English
hariansib - 29 days ago

Trump: Kesimpulan CIA Soal Pembunuhan Khashoggi Terlalu Prematur


lt;div gt; lt;b gt;MALIBU (SIB) - lt;/b gt;Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan kesimpulan Badan Intelijen Pusat atau CIA tentang pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi masih prematur. Seperti dilansir dari CNN, dia menyatakan pemerintah akan membuat kesimpulan akhir kasus Khashoggi pada awal pekan ini. Seperti diketahui, laporan CIA menyebutkan Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman (MBS) bertanggung jawab atas kematian Khashoggi. Kami akan memiliki laporan lengkapnya dalam dua hari ke depan, kemungkinan Senin atau Selasa, katanya saat mengunjungi lokasi kebakaran di Malibu, California, Sabtu (17/11). Kami akan punya laporan tentang apa yang kami pikir berdampak keseluruhan dan siapa yang menyebabkan serta melakukannya, ucapnya. lt;/div gt; lt;div gt; lt;br gt; lt;/div gt; lt;div gt;Sebelum meninggalkan Gedung Putih pada Sabtu pagi, Trump mengatakan dia belum mendapat penjelasan tentang kesimpulan CIA. Namun, pria berusia 63 tahun itu mendapat informasi sang pangeran tidak terlibat dalam pembunuhan. Mereka belum memberikan penilaian apa pun. Ini terlalu dini, dan laporan yang sangat prematur, ucap Trump, seperti dikutip dari The Hill. Diwartakan AFP, juru bicara Kementerian Luar Negeri AS Heather Nauert mengatakan, laporan yang mengindikasikan AS sudah membuat kesimpulan akhir terhadap kasus Khashoggi adalah tidak akurat. Masih ada banyak pertanyaan yang tidak terjawab sehubungan dengan pembunuhan Khashoggi, tuturnya. lt;/div gt; lt;div gt; lt;br gt; lt;/div gt; lt;div gt;Kemenlu AS masih terus mencari fakta dan bekerja sama dengan negara lain untuk menahan mereka yang terlibat dalam pembunuhan, sembari mempertahankan hubungan strategis dengan Saudi. Sementara, kami akan terus berkonsultasi denga Kongres, bekerja sama dnegan negara lain untuk meminta pertanggungjawaban mereka yang terlibat dalam pembunuhan Khashoggi, ujarnya. Nauert menyatakan, AS telah mengambil tindakan tegas kepada individu, termasuk visa dan penerapan sanksi. lt;/div gt; lt;div gt; lt;br gt; lt;/div gt; lt;div gt;AS Akan Minta Pertanggungjawaban lt;/div gt; lt;div gt;Wakil Presiden (Wapres) Amerika Serikat Mike Pence menegaskan bahwa AS akan meminta pertanggungjawaban para pembunuh Jamal Khashoggi. Penegasan ini disampaikan Pence menyusul pemberitaan media-media AS bahwa CIA telah menyimpulkan Putra Mahkota Saudi berada di balik pembunuhan jurnalis kawakan tersebut. Amerika Serikat bertekad untuk meminta pertanggungjawaban mereka semua yang bertanggung jawab atas pembunuhan itu, ujar Pence di sela-sela KTT APEC di Papua Nugini hari ini, seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (17/11). lt;/div gt; lt;div gt; lt;br gt; lt;/div gt; lt;div gt;Pence menggambarkan pembunuhan jurnalis Arab Saudi itu sebagai kekejaman dan penghinaan terhadap pers yang bebas dan independen. CIA sejauh ini belum memberikan pernyataan resmi mengenai pemberitaan tersebut. Namun jika terkonfirmasi, maka penilaian CIA ini bertolak belakang dengan kesimpulan seorang jaksa Saudi sehari sebelumnya, yang menyatakan MBS tak terlibat dalam pembunuhan brutal tersebut. Pence menolak berkomentar mengenai kesimpulan CIA tersebut. Kami akan mengikuti fakta-fakta, ujarnya. Namun Pence juga menambahkan, pemerintah AS ingin menemukan cara untuk menjaga hubungan kuat dan bersejarah dengan Arab Saudi. lt;/div gt; lt;div gt; lt;br gt; lt;/div gt; lt;div gt;Hasil kesimpulan CIA mengenai peran MBS dalam pembunuhan Khashoggi pertama kali dilaporkan oleh media Washington Post pada Jumat (16/11) waktu setempat. Menurut Washington Post, kesimpulan CIA mengenai peran MBS juga didasarkan pada penilaian CIA mengenai MBS sebagai penguasa de facto Saudi yang mengawasi semua hal, bahkan urusan kecil sekalipun. Posisi yang diterima adalah bahwa tak mungkin ini terjadi tanpa dia (MBS) tahu atau terlibat, kata seorang pejabat AS yang familiar dengan kesimpulan CIA ini seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (17/11). lt;/div gt; lt;div gt; lt;br gt; lt;/div gt; lt;div gt;Kesimpulan CIA juga didasarkan pada sadapan telepon MBS beberapa hari sebelum pembunuhan dan panggilan telepon oleh seorang anggota tim pembunuh ke seorang pejabat dekat MBS. lt;/div gt; lt;div gt; lt;br gt; lt;/div gt; lt;div gt;Wanita Mesir Mengaku Menikah lt;/div gt; lt;div gt;Saat dunia menyoroti kasus pembunuhan jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi, muncul pengakuan seorang perempuan yang menikah secara diam-diam dengannya. Kepada The Washington Post dikutip Straits Times pada Sabtu (17/11), perempuan asal Mesir tersebut hanya ingin diketahui dengan inisial Atr. Untuk memperkuat klaimnya, kepada The Post Atr menunjukkan pesan antara dirinya dengan Khashoggi, termasuk foto pernikahan mereka berdua. lt;/div gt; lt;div gt; lt;br gt; lt;/div gt; lt;div gt;Atr mengaku menikah dengan Khashoggi pada Juni lalu di kawasan pinggiran kota Washington. Seorang rekan Khashoggi yang menjadi saksi mata membenarkannya. Dia mengaku berusia 50 tahun dan tinggal di salah satu negara di kawasan Teluk Persia, dan bertemu dengan Khashoggi 10 tahun silam. Mereka berdua bertemu dalam satu forum di Timur Tengah. Namun, kisah cinta keduanya mulai terbangun pada 2017 lalu. lt;/div gt; lt;div gt; lt;br gt; lt;/div gt; lt;div gt;Atr mengaku baru menghabiskan waktu bersama Khashoggi jika perjalanan bisnis membawanya ke Amerika Serikat, dan menyatakan terakhir kali melihatnya pada September. Saat itu, Khashoggi sering kali berkata dia khawatir suatu saat Pemerintah Saudi bakal membalasnya dengan menculik atau menyiksanya. Dia kerap membicarakan tentang mereka (Saudi). Namun, dia tak menyangka mereka bakal bertindak lebih jauh dengan membunuhnya, terang Atr. lt;/div gt; lt;div gt; lt;br gt; lt;/div gt; lt;div gt;Selain kepada The Post, Atr juga menuturkan dia telah membagikan bukti pernikahannya dengan Saudi maupun konsulat Turki di Timur Tengah. Saya ingin memperoleh hak saya dan diakui, kata Atr ketika ditanya apa yang menjadi alasannya melontarkan pengakuan tersebut. Keluarga Khashoggi menolak berkomentar atas pengakuan itu. Sementara tunangan Khashoggi, Hatice Cengiz, mengaku tidak kenal. Cengiz berujar Khashoggi tak pernah memberitahunya. Siapa dia? Apa yang dia inginkan? Saya menduga ada upaya untuk merusak reputasi Jamal, tuturnya. lt;/div gt; lt;div gt; lt;br gt; lt;/div gt; lt;div gt;Jika Atr bisa memberikan bukti bahwa dia merupakan istri resmi Khashoggi, dia berhak mendapat bagian dalam kompensasi yang dibagikan Saudi. Khashoggi dibunuh pada 2 Oktober di Konsulat Saudi di Istanbul tatkala hendak mengurus dokumen pernikahannya dengan Cengiz. Dalam pernyataan resmi Kamis (15/11), Saudi mengatakan Khashoggi dibunuh oleh lima orang menggunakan suntikan obat bius dosis tinggi. lt;/div gt; lt;div gt; lt;br gt; lt;/div gt; lt;div gt;Setelah itu, para pelaku memutilasi jenazah Khashoggi dan menyerahkannya kepada seorang agen yang telah menunggu di luar gedung. Riyadh menegaskan, Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS) tak ada sangkut pautnya dengan pembunuhan kolumnis The Post tersebut. Kantor jaksa Saudi menyatakan, perintah untuk membawa paksa Khashoggi diberikan Wakil Kepala Intelijen Jenderal Ahmed al-Assiri. lt;/div gt; lt;div gt; lt;br gt; lt;/div gt; lt;div gt;Assiri membentuk tim beranggotakan 15 orang yang dibagi ke dalam tiga kelompok kecil, yakni tim negosiasi, tim logistik, dan tim intelijen. Mereka terbang ke Istanbul, Turki, untuk membujuk jurnalis berusia 59 tahun tersebut agar bersedia kembali ke Riyadh. Namun, karena negosiasi gagal, kepala tim negosiator memerintahkan untuk membunuh Khashoggi, demikian pernyataan kantor jaksa penuntut. lt;b gt;(AFP/CNN/detikcom/kps/f) lt;/b gt; lt;/div gt;

Related news

Berita Terkini
Hashtags:   

Trump

 | 

Kesimpulan

 | 

Pembunuhan

 | 

Khashoggi

 | 

Terlalu

 | 

Prematur

 | 
Paling Popular (6 jam)

Paling Popular (24 jam)

Paling Popular (satu minggu)

sumber