Sunday 9 December 2018
Home      All news      Contact us      English
pikiran-rakyat - 22 days ago

Kemendikbud Cairkan Rp 76,2 Miliar untuk Tunjangan Khusus Guru di Sulteng

PENDIDIKAN Kelas darurat/DHITA SEFTIAWAN/PR MENDIKBUD Muhadjir Effendy mengunjungi kelas darurat yang dibangun pemerintah di area SD Negeri 21 Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu 17 November 2018. Kemendikbud menggelontorkan dana total sebesar Rp 346,2 miliar untuk program percepatan pemulihan kegiatan belajar mengajar di Palu, Donggala dan Sigi.* PALU, (PR).- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mencairkan Rp 76,2 miliar untuk tunjangan khusus 15.080 guru di Kabupaten Palu, Donggala dan Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Penyerahan bantuan secara simbolis langsung diberikan Mendikbud Muhadjir Effendy kepada 200 guru, di Palu, Sabtu 17 November 2018. Untuk penanganan pemulihan dan percepatan kegiatan belajar mengajar di tiga wilayah tersebut, Kemendikbud total mengeluarkan dana Rp 346,2 miliar. Dana tersebut untuk pembangunan ruang kelas, pembangunan sekolah, membangun 248 ruang kelas darurat, pengiriman tim psikososial, dan pengiriman dan pengadaan buku. “Dengan mendapatkan insentif tunjangan khusus tersebut, saya minta para guru tak banyak mengeluh. Tetap mengajar dengan optimal. Karena anak-anak sekolah di sini, saat ujian nasional nanti, tidak akan mendapat perlakuan khusus. Materi soal tetap sama dan lebih sulit dari ujian tahun lalu,” ujar Muhadjir. Ia mengatakan, tunjangan khusus itu akan diberikan selama 6 bulan ke depan. Setiap guru mendapatkan dana bervariasi, minimal sekitar Rp 1,5 juta sebulan. Pembayaran dilakukan setiap tiga bulan. Menurut dia, tunjangan tersebut sebagai upaya pemerintah untuk meringankan beban guru, khususnya yang terkena dampak bencana. “Para guru saya harap tidak patah semangat dalam menjalankan tugas mengajar dan mendidik siswa. Saya yakin para guru di Sulteng mampu memompa semangat murid-muridnya untuk belajar dan melompat lebih tinggi menggapai cita-cita,” katanya. Kemendikbud juga menyerahkan bantuan alat-alat sekolah sebanyak 40.000 paket, yang terdiri dari tas, seragam sekolah, dan alat tulis. Pendistribusian alat sekolah tersebut akan dibagikan sesuai dengan jenjang pendidikan (SD, SMP. SMA. SMK, dan SLB).  UNICEF turut bantu kelas darurat Ia menuturkan, Kemendikbud sudah dan sedang membangun kelas darurat di 200 titik yang dapat menampung 400 ruang kelas. Pembangunan kelas darurat juga diupayakan oleh UNICEF dengan memberikan 450 tenda. “Pemerintah daerah dan masyarakat se-Sulawesi Tengah yang telah bekerja keras dalam penanganan dampak bencana gempa dan tsunami saya ucapkan terima kasih. Mari kita teruskan kerja keras untuk Palu bangkit. Kita harus bergerak bersama-sama untuk kebangkitan dan kemajuan Sulteng,” ujarnya. Direktur Jenderal Guru dan Tanaga Kependidikan Kemendikbud Supriano menambahkan, pencairan tunjangan khusus dilaukan lewat rekening. Semua guru yang mendapat bantuan sudah bisa mengambilnya sejak akhir pekan lalu. “Kenapa pembayaran dilakukan 2 termin, per tiga bulan, karena disesuaikan dengan kesiapan anggaran di Kemendikbud,” kata Supriano. Kepala Dinas Pendidikan Sulawesi Tengah Irwan Lahace menyatakan, dari total 2.587 sekolah dasar dan menengah, yang terdampak sebanyak 1.507 rusak total, 1.451 rusak berat, 2.504 rusak ringan. Peserta didik yang terdampak sebanyak 256.836 siswa.  “Jumlah terdampak 184. 202 meninggal. Hilang 178 orang. Luka berat 26 orang dan 20.597 guru. Meninggal 48 guru. Hulang 34 orang dan luka berat 11 guru. Langkah darurat yang sudah dilakulan adalah distribusi bantuan pendidikan, tenda, paket sekolah, rekreasi dan PAUD,” ujarnya.*** Tags: Kemendikbudgurugempa bumitsunamipaluUNICEFOleh: Dhita Seftiawan

Related news

Berita Terkini
Hashtags:   

Kemendikbud

 | 

Cairkan

 | 

Miliar

 | 

untuk

 | 

Tunjangan

 | 

Khusus

 | 

Sulteng

 | 
Paling Popular (6 jam)

Paling Popular (24 jam)

Paling Popular (satu minggu)

sumber