Wednesday 12 December 2018
Home      All news      Contact us      English
hariansib - 29 days ago

Melindungi Anak-anak Dari Bahaya Rokok


lt;div style= text-align: j gt;Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) menargetkan pada 2019 prevalensi perokok anak harus turun sampai dengan 5,4 persen. Anehnya, data pengawasan BPOM terhadap iklan rokok menunjukkan peningkatan setiap tahunnya. Pada 2014 BPOM mengawasi 51.630 iklan rokok di berbagai media, pada 2015 meningkat menjadi 69.244, dan 2016 meningkat menjadi 85.815 iklan rokok. lt;/div gt; lt;div style= text-align: j gt; lt;br gt; lt;/div gt; lt;div style= text-align: j gt;Dikhawatirkan dengan gencarnya iklan rokok, kelompok yang paling rentan adalah anak-anak. Mereka yang terpapar iklan, promosi, dan sponsor rokok di berbagai media akan terpengaruh. Cara pandangnya bisa berubah terhadap produk rokok yang sesungguhnya membahayakan kesehatan dan tumbuh kembangnya. lt;/div gt; lt;div style= text-align: j gt; lt;br gt; lt;/div gt; lt;div style= text-align: j gt;Apalagi anak-anak sangat reseptif, alam berpikirnya seperti spons. Dia akan menyerap semua informasi tanpa disaring dan sangat mudah sekali untuk disugesti. Jika seorang anak terus terpapar oleh iklan rokok yang disajikan secara menarik, ditambah lagi dengan informasi betapa murahnya harga rokok, maka anak akan menormalisasi produk rokok. lt;/div gt; lt;div style= text-align: j gt; lt;br gt; lt;/div gt; lt;div style= text-align: j gt;Tahun depan diperkirakan tidak akan ada kenaikan harga rokok. Biasanya setiap tahun harganya naik, bukan karena biaya produk meningkat. Pemicunya adalah karena cukai rokok naik setiap tahun. Namun tahun 2019, pemerintah memastikan cukai rokok masih sama dengan sebelumnya. lt;/div gt; lt;div style= text-align: j gt; lt;br gt; lt;/div gt; lt;div style= text-align: j gt;Rokok memang sangat dilematis. Di satu sisi, memberikan devisa besar bagi negara dan menampung banyak tenaga kerja. Sisi lain, rokok sangat berbahaya bagi kesehatan. Bukan yang aktif saja, tetapi terlebih bagi yang pasif alias bukan perokok. lt;/div gt; lt;div style= text-align: j gt; lt;br gt; lt;/div gt; lt;div style= text-align: j gt;Menurut kesehatan, ada banyak penyakit yang bisa ditimbulkan. Mulai dari penyakit pernafasan, hingga kanker dan impotensi. Itu sebabnya di bungkus rokok, sudah ada penegasan akan bahayanya. lt;/div gt; lt;div style= text-align: j gt; lt;br gt; lt;/div gt; lt;div style= text-align: j gt;Meski demikian, merokok merupakan hak seseorang. Tak ada larangan bagi seseorang untuk menjadi perokok. Hanya, hak tersebut dijalankan dengan menghormati hak orang lain juga. Hak perokok dibatasi hak yang bukan perokok. lt;/div gt; lt;div style= text-align: j gt; lt;br gt; lt;/div gt; lt;div style= text-align: j gt;Pemerintah meski tahu bahaya rokok, tak bisa melarangnya. Sebab itu menyangkut pilihan seseorang. Hanya pemerintah bisa membatasinya aktivitas perokok di kawasan tertentu. Itu bukan saja melindungi orang yang bukan perokok, tetapi untuk lingkungan. lt;/div gt; lt;div style= text-align: j gt; lt;br gt; lt;/div gt; lt;div style= text-align: j gt;Anak-anak perlu dilindungi dari bahaya rokok. Untuk itu, mesti ada regulasi dan tindakan yang tegas terhadap promosi rokok. Beriklan boleh, dan menjadi sponsor tak masalah, hanya tak boleh menargetkan anak-anak sebagai sasarannya. lt;b gt;(**) lt;/b gt; lt;/div gt;

Related news

Berita Terkini
Hashtags:   

Melindungi

 | 

Bahaya

 | 

Rokok

 | 
Paling Popular (6 jam)

Paling Popular (24 jam)

Paling Popular (satu minggu)

sumber