Wednesday 19 December 2018
Home      All news      Contact us      English
pikiran-rakyat - 1 month ago

Bancakan Dana Hibah Tasikmalaya, Kabag Kesra Mengaku Katempuhan Buntut Maung

JAWA BARAT Ilustrasi/Dok. PR ”Saya mah katempuhan buntut maung sebab tupoksi saya ini kan evaluasi proposal saja. Sedangkan soal Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) itu mestinya Bagian Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah. Kenapa diberi­kan kepada saya untuk ditandatangani?” kata Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kabupaten Tasikmalaya Maman Jamaludin ketika ditemui di kantornya, Kamis 8 November 2018.  Katempuhan buntut maung adalah peribahasa Sunda, yang maknanya sepadan dengan ”kena getahnya”.  Orang lain yang berbuat, tapi dia yang harus bertanggung jawab. Siang itu Maman memang setengah curhat berkaitan dengan kasus dana hibah 2017 yang tengah ditangani Polda Jabar. Maman menjadi salah seorang yang diperiksa Ditreskrimsus Polda Jabar be­berapa waktu lalu.  Maman berdalih, seluruh proses evaluasi proposal telah dijalankan sesuai prosedur. Termasuk persyaratan survei lapangan de­ngan camat sebagai penanggung jawab langsungnya. Bagian Kesra tidak pernah meloloskan proposal yang belum memiliki kelengkapan persyaratan administratif. Petugas Bagian Kesra selalu meminta peng­usul untuk melengkapinya terlebih dahulu.  Dia mengaku tidak tahu-menahu tentang praktik pemotongan dana hibah di lapang­an. Maman membantah mengetahui atau bahkan terlibat dalam dugaan korupsi tersebut. Dia sekadar menjalankan apa yang menjadi kewenangannya, yakni pemberian rekomendasi atas proposal hibah.  ”Saya juga tidak mengenal identitas orang-orang yang disebut-sebut sebagai gerombolan makelar dana hibah. Tidak ada nama-nama itu di Bagian Kesra. Kami tidak kenal,” ucapnya.  Setiap tahun rata-rata ada sekitar 1.500-an proposal hibah yang masuk kantor Kesra. Untuk tahun anggaran 2017 lalu, Maman menyerahkan 900-an proposal ke meja Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) yang diketuai Sekda Abdul Kodir. Dalam salinan dokumen Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Ke­uangan (BPK) Perwakilan Jawa Barat yang dimiliki ”PR”, diketahui terdapat 761 proposal ajuan Bagian Kesra yang disetujui TAPD sebagai penerima hibah 2017, ditandai dengan penerbitan Naskah Per­janjian Hibah Daerah (NPHD).  Keluhan pemotongan Dijelaskan, tugas Bagian Kesra adalah menerima dan mengevaluasi setiap propo­sal hibah yang masuk. Semua proposal yang tersaring bakal direkomendasikan sebagai calon penerima hibah. Maman menyebut tupoksi Bagian Kesra ini sebagai pekerjaan administratif belaka, mulai dari pengecekan alamat lembaga pengusul hibah, kepengurusan, keterangan domisili, serta legalitas lembaga yang ditunjukkan dengan akta pendirian di hadapan notaris dan keterangan ter­daftar pada Kementerian Hukum dan HAM paling singkat tiga tahun.  Patokan untuk proses pemberian rekomendasi adalah Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 32 Tahun 2011 yang telah diubah menjadi Permendagri Nomor 14 Tahun 2016. Untuk tingkat daerah, panduan termuat dalam Peraturan Bupati Nomor 14 Tahun 2016 tentang Tata Cara Pemberian Hibah dan Bansos yang Bersumber APBD Kabupaten Tasikmalaya. Perbup ini belakangan diberbarui menjadi Perbub Nomor 4 Tahun 2017.  Tatang Somantri, anak buah Maman yang bertanggung jawab dalam proses verifikasi proposal, menyampaikan kesaksian serupa. Dia mengaku mendengar keluhan-keluhan tentang pemotongan dana hibah di lapangan, namun dia tidak tahu-menahu tentang detailnya. ”Kami kerja sesuai prosedur saja. Takutnya kalau ada apa-apa kan nanti balik ke kami juga. Kalau proposal belum lengkap, ya pengusul kami minta melengkapi dulu. Wayahna bolak-balik,” tuturnya.  Di meja kerja Maman, menumpuk puluhan proposal hibah yang sudah lengkap persyaratan administratifnya. Harus ada tanda tangan Maman sebelum proposal-proposal itu dikirimkan ke TAPD untuk ditetapkan sebagai penerima hibah. Namun Kebag Kesra itu mengaku tidak buru-buru membubuhkan tanda tangan. ”Gara-gara kasus ini saya jadi malas tanda tangan (rekomendasi),” katanya.*** Tags: bancakandana hibahAPBDKabupaten TasikmalayaOleh: Tri Joko Her Riadi

Related news

Berita Terkini
Hashtags:   

Bancakan

 | 

Hibah

 | 

Tasikmalaya

 | 

Kabag

 | 

Kesra

 | 

Mengaku

 | 

Katempuhan

 | 

Buntut

 | 

Maung

 | 
Paling Popular (6 jam)

Paling Popular (24 jam)

Paling Popular (satu minggu)

sumber