Thursday 13 December 2018
Home      All news      Contact us      English
hariansib - 30 days ago

Hanya 14 Pemda Raih Opini WTP di Sumut


lt;div style= text-align: j gt; lt;b gt;Medan (SIB)- lt;/b gt;Kepala BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) Perwakilan Sumatera Utara Dra Vincentia Moli Ambar Wahyuni MM AK. VM Ambar Wahyuni mengumumkan, dari 34 pemerintah kabupaten/kota di Sumut termasuk Pemprovsu yang telah menyerahkan LKPD (Laporan Keuangan Pemerintah Daerah) tahun 2017, hanya 14 yang mendapat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Sedangkan 17 kabupaten/kota meraih opini WDP (Wajar Dengan Pengecualian) dan 3 meraih opini disclaimer atau BPK Tidak Memberikan Pendapat (TMP) yang diperiksa tahun 2018. lt;/div gt; lt;div style= text-align: j gt; lt;br gt; lt;/div gt; lt;div style= text-align: j gt;Hal itu diungkapkan Vincentia Moli Ambar Wahyuni kepada wartawan dalam acara media workshop bertajuk Hasil-hasil Pemeriksaan BPK Sumut atas LKPD Tahun Anggaran 2017 dan Pemantauan Tindak Lanjut Per Triwulan III Tahun 2018 , di kantornya Jalan Imam Bonjol Medan, Senin (12/11). lt;/div gt; lt;div style= text-align: j gt; lt;br gt; lt;/div gt; lt;div style= text-align: j gt;Disebutnya, 14 entitas atau Pemda di Sumut yang meraih opini WTP itu yakni Provinsi Sumut, Kabupaten Asahan, Kota Binjai, Dairi, Humbahas, Labuhanbatu Selatan, Labuhanbatu Utara, Padanglawas Utara, Pakpak Bharat, Kota Pematangsiantar, Samosir, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara dan Tobasamosir. lt;/div gt; lt;div style= text-align: j gt; lt;br gt; lt;/div gt; lt;div style= text-align: j gt;Sedangkan yang menerima atau diberikan opini WDP yakni Pemkab Deliserdang, Kota Medan, Tebingtinggi, Karo, Kabupaten Labuhanbatu, Kota Padangsidimpuan, Langkat, Nias, Serdangbedagai, Kota Gunungsitoli, Padanglawas, Mandailingnatal, Kota Sibolga, Kabupaten Tapanuli Tengah, Batubara, Nias Utara dan Kota Tanjungbalai. lt;/div gt; lt;div style= text-align: j gt; lt;br gt; lt;/div gt; lt;div style= text-align: j gt;Sementara itu, Opini BPK Tidak Memberikan Pendapat/Disclaimer yakni Kabupaten Nias Barat, Kabupaten Simalungun dan Nias Selatan. lt;/div gt; lt;div style= text-align: j gt; lt;br gt; lt;/div gt; lt;div style= text-align: j gt;Ambar merinci, ada beberapa permasalahan yang menjadi dasar pengecualian antara lain aset tetap tidak dapat diyakini kewajarannya, karena terdapat perbedaan antara nilai di neraca dengan nilai pendukungnya. Tanah di bawah ruas jalan dan daerah irigasi belum disajikan dalam neraca. lt;/div gt; lt;div style= text-align: j gt; lt;br gt; lt;/div gt; lt;div style= text-align: j gt;Kemudian aset tetap tidak didukung data rincian yang memadai, akumulasi penyusutan belum sesuai dengan SAP, kapitalisasi pengeluaran setelah perolehan awal atas aset tetap tidak ditambahkan/distribusikan pada nilai aset awal, tetapi sebagai aset baru. lt;/div gt; lt;div style= text-align: j gt; lt;br gt; lt;/div gt; lt;div style= text-align: j gt;Dan penatausahaan piutang PBB (Pajak Bumi dan Bangunan) P2 belum memadai dan belum dilakukan validasi. Pengakuan investasi tidak menggunakan metode ekuitas. lt;/div gt; lt;div style= text-align: j gt; lt;br gt; lt;/div gt; lt;div style= text-align: j gt;Ketika ditanya, masih banyak Pemkab/Pemko LKPD nya masih WDP dan disclaimer, diakui Ambar memang tidak ada sanksi diberikan kepada entitas tersebut. Namun bagi entitas yang meraih WTP ada insentif diberikan dari Menkeu antara Rp2 miliar hingga Rp5 miliar. lt;/div gt; lt;div style= text-align: j gt; lt;br gt; lt;/div gt; lt;div style= text-align: j gt;Menurut Ambar, pemeriksaan atas laporan keuangan pemerintah itu bertujuan untuk memberikan opini yang merupakan pernyataan profesional pemeriksa mengenai kewajaran yang didasarkan pada 4 kriteria yaitu kesesuaian dengan standar akutansi pemerintahan, kecukupan pengungkapan, kepatuhan terhadap perundang-undangan dan efektivitas sistem pengendalian inter. lt;/div gt; lt;div style= text-align: j gt; lt;br gt; lt;/div gt; lt;div style= text-align: j gt;19 Kabupaten lt;/div gt; lt;div style= text-align: j gt;Menurut Ambar, pihaknya berupaya agar LHP (Laporan Hasil Pemeriksaan) atas LKPD (Laporan Keuangan Pemerintah Daerah) yang disampaikan ke BPK Sumut meraih opini WTP. Namun semua itu tergantung entitas tersebut. Memang tidak ada sanksinya, ungkapnya. lt;/div gt; lt;div style= text-align: j gt; lt;br gt; lt;/div gt; lt;div style= text-align: j gt;Bahkan sebut Ambar, pihaknya pernah memanggil entitas dari 19 kabupaten/kota agar ke depan laporan keuangannya bisa diperbaiki agar opini WDP dan disclaimer yang diberikan BPK bisa meningkat menjadi WTP. lt;/div gt; lt;div style= text-align: j gt; lt;br gt; lt;/div gt; lt;div style= text-align: j gt;Sementara itu, Pemko Medan yang diwakili Sekdanya, sebut Ambar, mengakui akan membentuk Tim khusus agar LKPD meraih opini WTP. lt;/div gt; lt;div style= text-align: j gt; lt;br gt; lt;/div gt; lt;div style= text-align: j gt;Bupati Asahan lt;/div gt; lt;div style= text-align: j gt;Disinggung soal Bupati Asahan yang menerima ratusan juta rupiah dari dana insentif pemungutan pajak daerah sektor PPJ (Pajak Penerangan Jalan), Ambar menyebutkan, insentif tersebut tidak saja sektor PPJ, juga pajak hiburan, restoran dan banyak jenis pajak lainnya. lt;/div gt; lt;div style= text-align: j gt; lt;br gt; lt;/div gt; lt;div style= text-align: j gt;Besarnya insentif, katanya, 5 persen dari jumlah pajak yang diterima. Termasuk pegawai juga menerima yang khusus menangani pungutan pajak tersebut. Kan gak mungkin pegawai Dinas Sosial, karena yang bersangkutan tidak menangani keuangan PPJ tersebut, ujar Ambar. lt;b gt; (A2/h) lt;/b gt; lt;/div gt;

Related news

Berita Terkini
Hashtags:   

Hanya

 | 

Pemda

 | 

Opini

 | 

Sumut

 | 
Paling Popular (6 jam)

Paling Popular (24 jam)

Paling Popular (satu minggu)

sumber