Friday 16 November 2018
Home      All news      Contact us      English
pikiran-rakyat - 8 days ago

Kemendikbud Tetapkan 225 Warisan Budaya Tak Benda

PENDIDIKAN DOK. PR JAKARTA, (PR).- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menetapkan 225 warisan budaya tak benda (WBTB) dari 30 provinsi. Penetapan tersebut sebagai bentuk perlindungan dan pelestarian terhadap kekayaan budaya di Indonesia.  Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid mengatakan, proses penetapan warisan budaya tak benda tahun ini melibatkan kementerian terkait seperti Kementerian Hukum dan HAM dan Kementerian Dalam Negeri. Menurut dia, jumlah usulan karya budaya yang ingin ditetapkan sebanyak 416 karya budaya. “Lalu kami lanjutkan ke tahap proses verifikasi hingga jumlah karya budaya mengerucut menjadi 264 karya budaya. Pada tahap akhir, para panitia kemudian melakukan sidang bersama para perwakilan daerah, dan dihasilkan sebanyak 225 karya budaya tak benda yang ditetapkan,” kata Hilmar di Kantor Kemendikbud, Jakarta, Jumat 9 November 2018.   Ia menjelaskan, penetapan karya-karya budaya menjadi warisan budaya tak benda nasional sangat penting. Hal tersebut seusai dengan amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Menurut dia, penetapan karya budaya menjadi warisan budaya semata untuk perlindungan dan pelestarian kebudayaan tanah air. Dengan penetapan ini, Indonesia memiliki 819 WBTB dari 8.065 karya budaya. Proses penetapan telah dilakukan sejak 2013. Pada 2003 Indonesia telah meratifikasi Convention for the Safeguarding of Intangible Cultural Heritage yang kemudian didukung Peraturan Presiden Nomor 78 tahun 2007 tentang Konvensi Perlindungan terhadap Warisan Budaya Tak Benda Indonesia.  Ia menjelaskan, WBTB adalah seluruh hasil perbuatan dan pemikiran yang terwujud dalam identitas, ideologi, mitologi, ungkapan konkret dalam bentuk suara, gerak maupun gagasan yang termuat dalam benda, kemudian juga sistem perilaku, sistem kepercayaan dan adat istiadat.  “Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai provinsi dengan jumlah karya budaya terbanyak yang ditetapkan dan Provinsi Sulawesi Selatan sebagai provinsi dengan peningkatan jumlah terbanyak pada tahun ini,” kata Hilmar. Kongres Kebudayaan Hilmar mengatakan, pada akhir tahun ini pembahasan arah pemajuan kebudayaan nasional akan dibahas dalam forum Kongres Kebudayaan Indonesia (KKI). Kongres tersebut digelar lima tahun sekali. Menurut dia, KKI menjadi forum paling penting dalam  merancang arah langkah pelestarian kebudayaan nasional. Kongresnya nanti berupa penetapan dari rumusan, bukan lagi membuka perdebatan, karena kita menganggap prosesnya sudah berlangsung dengan sangat ketat di tingkat daerah, kabupaten, kota, dan provinsi melalui tangan para ahli, katanya. Ia menegaskan, KKI wajib menyerap aspirasi dari daerah dengan memberberikan ruang untuk menjadi penyusun strategi kebudayaan. “Kongresnya nanti Desember. Mudah-mudahan mampu menghasilkan langkah konkret dan berkelanjutan,” ujarnya. Budayawan Fahmi Prihantoro berharap, KKI dapat membedah dengan tuntas semua masalah yang dihadapi pemerintah dalam memajukan kebudayaan. Terutama dalam upaya pelestarian kebudayaan yang berpotensi diklaim negara tetangga. “Dari tahun ke tahun, pengelolaan cagar budaya belum berubah. Sementara KKI sudah memasuki usia 100 tahun. Program pemerintah sebenarnya cukup banyak namun belum fokus pada persoalan dasar,” kata Fahmi.*** Tags: warisan budaya tak bendaKemendikbudOleh: Dhita Seftiawan

Related news

Berita Terkini
Hashtags:   

Kemendikbud

 | 

Tetapkan

 | 

Warisan

 | 

Budaya

 | 

Benda

 | 
Paling Popular (6 jam)

Paling Popular (24 jam)

Paling Popular (satu minggu)

sumber