Tuesday 13 November 2018
Home      All news      Contact us      English
voaindonesia - 7 days ago

Gelar Pameran Perdagangan, China Janji Naikkan Impor

Pemerintah dan kalangan bisnis asing berharap Presiden China Xi Jin-ping akan memanfaatkan peresmian pameran impor internasional China yang pertama untuk mengumumkan reformasi perdagangan dan investasi. Tetapi hal itu tidak terjadi. Beberapa kalangan menilai langkah-langkah yang diumumkan Xi pada Senin (5/11) tidak memenuhi harapan. “Kami menunggu Presiden Xi untuk memberitahu dunia tentang reformasi. Tetapi apa yang kami harapkan, langkah-langkah selengkapnya untuk melaksanakan reformasi dan jadwal yang jelas, tidak muncul,” kata Carlo Diego D’Andrea, Ketua Cabang Shanghai dari Kamar Dagang Eropa di China. Dalam pidatonya, Presiden Xi mengatakan China akan melonggarkan hambatan untuk akses di beberapa bidang, seperti jasa finansial, pertanian, pertambangan, dan pendidikan, mendorong konsumsi barang impor serta menurunkan tarif.  Dia juga mengatakan China akan menciptakan lingkungan bisnis yang lebih baik dilengkapi sistem regulasi yang sehat, termasuk peningkatan sanksi atas pelanggaran hak kekayaan intelektual. Seputar isu pelindungan kekayaan intelektual, Xi mengakui bahwa China masih harus membenahi. Tetapi dia juga mengatakan, mereka yang mengeluhkan praktik komersial China seharusnya juga bercermin diri. Xi tidak secara langsung menyebut Amerika atau Presiden Donald Trump. Tetapi beberapa pernyataannya tampaknya ditujukan kepada Washington. Sementara pertikaian perdagangan dengan Amerika berlangsung terus, Xi berjanji akan meningkatkan impor. Katanya, China akan mengimpor barang senilai $30 triliun, dan jasa senilai $10 triliun dalam kurun 15 tahun kedepan.  “China akan menurunkan tarif, membuat proses bea cukai lebih mudah, dan mengurangi biaya kelembagaan di sektor impor, serta mempercepat pengembangan model bisnis baru,” kata Xi. Meskipun Pameran Impor Internasional China ini direncanakan sebelum pertikaian perdagangan dengan Amerika memuncak, beberapa pihak berpendapat, Beijing memanfaatkan pameran ini sebagai upaya mengalihkan daya beli China ke tempat lain. [jm]  

Related news

Berita Terkini
Hashtags:   

Gelar

 | 

Pameran

 | 

Perdagangan

 | 

China

 | 

Janji

 | 

Naikkan

 | 

Impor

 | 
Paling Popular (6 jam)

Paling Popular (24 jam)

Paling Popular (satu minggu)

sumber