Saturday 10 April 2021
Home      All news      Contact us      RSS      English
voaindonesia - 1 month ago

Jaksa Italia Tuntut Hukuman Seumur Hidup Pelajar AS yang Dituduh Membunuh

Seorang jaksa penuntut Italia, Sabtu (6/3), menuntut hukuman seumur hidup dua pemuda Amerika yang diadili atas tuduhan pembunuhan. Tuduhan itu terkait dengan tewasnya seorang polisi menyusul penjualan narkoba yang gagal di Roma. Finnegan Lee Elder, yang saat itu berusia 19 tahun, mengaku telah menikam Mario Cerciello Rega pada dini hari tanggal 26 Juli 2019, sementara temannya Gabriel Christian Natale-Hjorth, yang saat itu berusia 18 tahun, sedang bergumul dengan petugas polisi lainnya. Di bawah hukum Italia, siapa pun yang berpartisipasi bahkan secara tidak langsung dalam pembunuhan dapat menghadapi dakwaan pembunuhan. Kedua orang Amerika tersebut, keduanya dari California, mengatakan mereka tidak tahu bahwa Cerciello atau rekannya, Andrea Varriale, adalah petugas polisi. Kedua terdakwa mengatakan kepada pengadilan bahwa tidak satupun petugas yang memperkenalkan diri mereka. Varriale membantahnya, bersaksi bahwa mereka telah menunjukkan lencana kepada dua penyerang mereka. Lencana Cerciello tidak ditemukan di TKP. Elder dan Natale-Hjorth sedang berlibur di Roma pada saat itu. Mereka mencoba membeli obat-obatan terlarang dari penjual setempat. Mereka telah memberi tahu pengadilan bahwa mereka ditipu, tetapi berhasil merebut tas dari perantara ketika ia mencoba melarikan diri. Mereka kemudian setuju untuk bertemu dengan penjual itu lagi untuk mendapatkan uang mereka kembali dengan imbalan tas, tetapi kedua polisi itu muncul. Tidak ada pria berseragam dan Elder bersaksi bahwa mereka menyerang, memaksa dirinya dan Natale-Hjorth untuk membela diri. “Saya panik dan percaya dia ingin membunuh saya,” media Italia mengutip ucapan Elder di pengadilan pada awal bulan ini. Polisi mengatakan Cerciello, 35, tidak bersenjata pada saat itu dan ditikam 11 kali oleh Elder dengan pisau berukuran 18 cm. Media Italia melaporkan bahwa penjual obat-obatan tersebut adalah seorang informan yang melaporkan pencurian tas tersebut, meminta polisi untuk turun tangan. Dalam sidang pengadilan pada September lalu, Elder meminta maaf atas pembunuhan itu. Natale-Hjorth awalnya memberi tahu polisi bahwa dia tidak terlibat dalam pembunuhan itu dan tidak tahu temannya memiliki pisau. Namun, sidik jarinya ditemukan pada panel di langit-langit kamar hotel tempat pisau itu disembunyikan. Pengacara untuk Elder dan Natale-Hjorth belum mengajukan pembelaan. Sumber mengatakan vonis kemungkinan akan dijatuhkan pada bulan April. [ah]


Berita Terkini
Hashtags:   

Jaksa

 | 

Italia

 | 

Tuntut

 | 

Hukuman

 | 

Seumur

 | 

Hidup

 | 

Pelajar

 | 

Dituduh

 | 

Membunuh

 | 

sumber