Wednesday 3 March 2021
Home      All news      Contact us      RSS      English
voaindonesia - 1 month ago

Jerman Laporkan 850 Kematian Akibat COVID-19 dalam 24 Jam

Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier mengatakan ia akan mulai membiarkan sebuah lampu menyala di salah satu jendela di kediaman resminya, Istana Bellevue, untuk mengenang mereka yang meninggal karena COVID-19. Steinmeier telah meminta rakyat Jerman untuk melakukan hal serupa sebagai peringatan bahwa “kematian dalam pandemi virus corona bukan sekadar angka bagi kita.” Ia menambahkan, “Meskipun kita tidak tahu nama dan keluarga mereka, kita tahu bahwa setiap angka mewakili orang terkasih yang kita rindukan selamanya.” Dengan lebih dari 850 kematian akibat virus corona dalam periode 24 jam terakhir, Jerman Jumat mencatat jumlah kematian melampaui angka 50 ribu. Kurang dari dua pekan silam, sebut laporan Associated Press, jumlah tersebut di Jerman mencapai 40 ribu kematian. Presiden AS Joe Biden mengisi satu hari kerja penuh pertamanya di kantor pada hari Kamis (21/2) dengan menandatangani beberapa perintah eksekutif mengenai penanganan pandemi virus corona. AS mencatat jumlah kasus terbanyak di dunia, 24,6 juta, dari 97 juta lebih kasus yang tercatat secara global. Salah satu keputusan presiden yang ditandatangani Biden akan meningkatkan jarum suntik yang menurut para apoteker memungkinkan mereka untuk mengambil ekstra dosis vaksin COVID dari ampulnya. Pembentukan Badan Pengujian Pandemi juga merupakan hasil keputusan presiden lainnya. Tujuan badan ini adalah untuk meningkatkan tes COVID-19. Banyak warga Amerika yang masih berebut untuk dijadwalkan menjalani tes. Perintah eksekutif lainnya mengamanatkan penggunaan masker di di bus-bus dan kereta antarkota, serta di bandara dan pesawat udara. Menggunakan masker diketahui sebagai cara mudah namun efektif dalam memperlambat penyebaran virus. [uh/ab]


Berita Terkini
Hashtags:   

Jerman

 | 

Laporkan

 | 

Kematian

 | 

Akibat

 | 

COVID

 | 

dalam

 | 

sumber