Tuesday 1 December 2020
Home      All news      Contact us      RSS      English
voaindonesia - 1 month ago

Redam Lonjakan Pandemi, Spanyol Berlakukan Jam Malam Nasional

Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez, Minggu (25/10), mengumumkan status darurat kedua dan memberlakukan jam malam di seluruh negara itu guna mencegah melonjaknya kembali pandemi virus corona. Dalam pidato yang disiarkan seluruh saluran televisi, pemimpin sosialis itu mengatakan langkah-langkah luar biasa itu akan diberlakukan mulai Minggu malam ini. Pedro Sanchez mengatakan pemerintahnya menggunakan status darurat untuk itu memberlakukan jam malam mulai pukul 23.00 hingga pukul 06.00 di seluruh negara itu, kecuali di Kepulauan Canary. Sanchez menegaskan sembilan belas pemimpin kawasan di Spanyol memiliki wewenang untuk menetapkan waktu yang berbeda-beda bagi penetapan jam malam itu, selama berlaku tegas, menutup perbatasan kawasan untuk melakukan perjalanan dan membatasi pertemuan publik maksimal hanya enam orang yang tidak hidup bersama-sama. “Kami kembali menyetujui pemberlakuan status darurat karena ini merupakan cara yang paling efektif untuk memperlambat kurva perebakan dan melawan virus ini,” ujar Sanchez setelah rapat kabinet.  Pemimpin itu menambahkan ia akan meminta parlemen pekan ini untuk memperpanjang status darurat itu selama enam bulan, hingga Mei 2021. Pemerintah Sanchez, Sabtu (24/10) malam mengatakan mayoritas pemimpin kawasan di Spanyol telah setuju untuk memberlakukan status darurat itu dan pertemuan pada Minggu (25/10) lebih bertujuan untuk mengkaji rincian status itu lebih jauh. Status darurat memberi pemerintah pusat kekuasaan luar biasa, termasuk kapabilitas untuk membatasi secara temporer kebebasan-kebebasan dasar yang dijamin dalam Konstitusi Spanyol, seperti hak untuk bergerak secara bebas.  Dalam masa pandemi ini Spanyol telah memberlakukan dua kali status darurat. [em/jm]


Berita Terkini
Hashtags:   

Redam

 | 

Lonjakan

 | 

Pandemi

 | 

Spanyol

 | 

Berlakukan

 | 

Malam

 | 

Nasional

 | 

sumber