Sunday 9 August 2020
Home      All news      Contact us      English
voaindonesia - 1 month ago

Pejabat AS Ingatkan Warga AS agar Tak Gunakan TikTok

Pejabat dan anggota DPR Amerika memperingatkan warga Amerika agar tidak menggunakan Tiktok, aplikasi berbagi video yang popular, milik perusahaan induk ByteDance, di China. Mereka mengutip masalah privasi dan keamanan. Ketika ditanya apakah Amerika sedang mempertimbangkan untuk melarang TikTok, Menteri Luar Negeri Mike Pompeo hari Rabu mengatakan, Amerika terlibat evaluasi yang konstan dalam melindungi privasi warga dan keamanan nasional Amerika.” Kepada wartawan dalam jumpa pers di Departemen Luar Negeri, Pompeo menambahkan, Kami ingin memastikan bahwa Partai Komunis China tidak memiliki cara untuk dengan mudah mengakses data warga Amerika. Jadi, kalian lihat, yang akan dilakukan pemerintah adalah mengambil tindakan yang melindungi informasi itu dan menolak akses Partai Komunis China ke informasi pribadi milik orang Amerika. Komentar Pompeo datang pada minggu yang sama di mana Direktur FBI Christopher Wray menyebut tindakan spionase dan pencurian oleh China sebagai ancaman terbesar bagi masa depan Amerika. Dia mengatakan, biro itu membuka kasus kontra-intelijen terkait China setiap 10 jam, dan memiliki lebih dari 2.000 kasus yang aktif berjalan. Sebagian anggota DPR Amerika menyerukan larangan yang lebih terbatas pada TikTok yang akan berimbas pada anggota militer. Pompeo hari Rabu juga memuji perusahaan media sosial Amerika yang baru-baru ini tidak lagi memenuhi permintaan otorita Hong Kong akan data pengguna setelah ada undang-undang keamanan nasional baru yang kontroversial di China. Saya ingin memuji Google, Facebook, dan Twitter karena menolak menyerahkan data pengguna kepada pemerintah Hong Kong - perusahaan lain harus mencontoh dan melakukan hal yang sama, kata Pompeo. Hari Selasa, TikTok memutuskan menghentikan operasi aplikasi itu di Hong Kong mengingat peristiwa baru-baru ini. Tetapi belum jelas kapan TikTok akan keluar dari Hong Kong, dan apakah perusahaan induknya ByteDance di Beijing berencana membuat versi China aplikasi itu - Douyin - tersedia untuk pengguna Hong Kong.[ka/jm]


Berita Terkini
Hashtags:   

Pejabat

 | 

Ingatkan

 | 

Warga

 | 

Gunakan

 | 

TikTok

 | 
Paling Popular (6 jam)

Paling Popular (24 jam)

Paling Popular (satu minggu)

sumber